Ceritaku Gempa Jogja-Deliefa Riswanti Oktafarisma Harum

Perkenalkana Saya Deliefa Riswanti Oktafarisma Harum Umur Saya 16 Tahun.  Disini Akan Menceritakan Pengalaman Saya Saat Terjadinya Gempa Bumi Di Kota Yogyakarta Pada Tanggal 27 Mei 2006.
Langsung saja ini ceita dari saya :
Pada waktu itu kurang lebih pukul 06.30 WIB saat saya sedang menunggu adek yang sedang berumur 3 bulan di kamar dan bapak sudah berangkat kerja dan ibu sedang memasak di dapur, saat itu saya mendengar suara gemuru yang cukup keras terdengar di telinga saya tapi saat itu saya berfikir bahwa hanya sebuah truk yang sedang menurunkan batu – batu besar yang digunakan untuk membuat fondasi rumah, tapi beberapa saat ibu berteriak eminta tolong tapi saya tidak mendengarnya karena terhalang suara gemuru tersebut tapi saya kaget saat ibu sampai di kamar dan terlihat cemas dan kawatir .
Saat itulah ibu menggendong salah satu adek saya yang bernama gilang dan segera menyuruh saya untuk menggendong adik saya yang satunya yang bernama galang pasti kalian semua sedikit bingung ya dengan hal ini saya jelaskan adek saya laki – laki dan merka kembar, saat itu saya juga segera menggendong adek saya dengan hati – hati karena saya juga belum pernah menggendong bayi setelah itu saya dan ibu segera keluar dari kamar dan menuju ke luar rumah dan mencari tempat yang aman, saat itu aku berfikir dengan penuh tanda tanya apa yang sebernarnya sedang saya alami.
Pada waktu itu aku dan ibu melihat orang – orang pergi ke arah utara tanpa pikir panjang ibu dan aku mengikuti mereka dan ternyata merek berkumpul di satu tempat ya itu di pertigaan jalan di RT kami yang disana tidak telalu banyak pohon dan bangunan yang dapat di jadikan tempat yang sedikit aman untuk perlindungan.
Saat disana semua warga berkata ini gempa bumi gempa bumi yang cukup besar , saya berfikir saat itu apa yang terjadi ini gempa bumi, beberapa saat saya melihat simbah saya yang berlari – lari dari arah utara menuju tempat kami dan sampai ditempat kami simbah langsung mengambil adik saya yang sedang saya gendong dan bertanya kepada saya apa semua baik – baik , saya dan ibu menjawab iya.
Setelah itu saya ibu dan simbah langsung pergi ke rumah simbah karena simbah memberi tahu ke kami kalau disana semua keluarga saya sudah berkumpul disana, setelah sampai ke rumah simbah disana sudah banyak para warga yang berkumpul dan bercerita bagaimana saat gempa bumi itu terjadi saya mendengar cerita mereka mereka bercerita bahwa ada yang sedang selesai sholat subuh dan yang sedang mandi ada bahkan ada yang sudah berangkat ke sekolah, tapi mereka sangatlah bersyukur karena masih diberikan perlindungan dan keselamatan oleh Allah SWT pada saat terjadi gempa bumi walaupun saat itu ada juga yang sedang terluka karena kakinya ada yang terkena runtuhan bangunan rumah.
Pada saat itu kita semua sudah tenang dan kita bercerita  mengenai gempa bumi yang sedang terjadi saat itu juga kita semua mendapatkan kabar bahwa telah terjadi tsunami di daerah bantul dan tsunami tersebut akan sampai ke daerah kami, saat itulah kita semua menjadi panik dan segera mencari mobil untuk mengungsi kedataran yang lebih tinggi, kebetulan di daerah kami tidak terlalu jauh ada dataran tinggi.
Dan kita semua segera pergi kedataran tinggi saat itu saya malah menangis dan malah saya dimarahin dan disuruh seger naik ke mobil yang akan digunakan untuk menuju ke dataran tinggi, setah semua sudah ada di mobil kita semua segera berangkat menuju ke daerah dataran tinggi sesampai disana kita semua turun dan duduk berdoa memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT dengan penuh kecemasan kepanikan dan kawatir apa yang akan terjadi. Setelah kurang lebih 1 jam kita di dataran tinggi ada seseorang memberikan kabar ke kita semua bahwa kabar tsunami itu bohong dan tidak benar karena hanyalah kabar burung.
Disaat itu kita semua merasa lega dan segera kembali pulang sesampai di rumah saya melihat bapak saya yang duduk santai dan aku segera menghampiri bapak saya dansaat itu saya bertanya “ pak le kerja kok sudah pulang “ Bapak menjawa “ bapak tidak jadi kerja karena ada gempa bumi dan semua aktifitas pekerjaan di tempat bapak di hentikan terlebih dahulu dan menunggu sampai semua keadaan kembali seperti semula “ dan aku mengangguk ngangguk saja,,  Saat itu saya melihat panci berisi mie rebus yang di taruh di bawah phon teringatlah saya bahwa sebelum ada kabar terjadinya tsunami saya lapar dan ibu saya membuatkan saya mie rebus untuk saya makan karena keburu ada berita tsunami terseut yang mebuat kita panik dan meninggalkan daerah kita saya belum sempat memakan mie rebus tersebut, setelah itu saya mengambil panci tersebut ternyata mie rebusnya sudah dingin dan saya segera memakan mie rebus tersebut karea saya lapar.Inilah cerita pengalaman saya saat terjadinya gempa bumi semoga ada yang dapat diambil hikmahnya.

Pesan dari saya saat terjadi Gempa Bumi :
•    Harus Tenang
•    Berfikir Yang Positif
•    Jangan panik,  cemas,  marah – marah dan Menangis
•    Jangan percaya dengan kabr yang belum terbukti kebenarannya
•    Selalu Berdoa Kepada Allah SWT untuk meminta perlindungan dan keselamatan